Skip to main content

10 Negara Pemakan Nasi Terbanyak, Indonesia di Urutan Berapa?

KonekFood–Sebagai makanan pokok yang dikonsumsi oleh jutaan orang di Asia dan sekitarnya, beras bukan hanya sekadar sumber karbohidrat.

Beras merupakan bagian dari budaya, adat, bahkan identitas.

Nasi menjadi makanan utama di meja makan banyak keluarga di berbagai negara.

Namun, negara apa yang menduduki peringkat teratas dalam hal konsumsi beras?

Menurut laporan Insider Monkey pada tahun 2023, berikut ini adalah 10 negara yang memiliki tingkat konsumsi beras terbesar di dunia.

Insider Monkey merupakan sebuah situs web keuangan yang fokus pada pemantauan aktivitas perdagangan dari dana hedge dan pihak internal (trading dalam), seperti yang dijelaskan dalam situs resminya.

Metode penilaian yang digunakan Insider Monkey bersumber dari data penggunaan beras tahunan yang dikeluarkan oleh Foreign Agricultural Service (FAS) di bawah Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA).

Untuk menentukan konsumsi beras per kapita, Insider Monkey membagi angka konsumsi nasional dengan data jumlah penduduk dari Bank Dunia.

Negara-negara berikut disusun sesuai dengan konsumsi beras per kapita pada tahun 2023:

10 Negara yang Mengonsumsi Beras Paling Banyak (Versi Insider Monkey)

1. Laos

Konsumsi per orang: 262,6 kg

Populasi: 7.425.057

Konsumsi tahunan keseluruhan: 1,95 juta ton metrik

2. Kamboja

Konsumsi per kapita: 250,2 kg

Populasi: 16.589.023

Konsumsi tahunan keseluruhan: 4,15 juta ton metrik

3. Bangladesh

Konsumsi per kapita: 225,6 kilogram

Populasi: 169.356.251

Konsumsi tahunan keseluruhan: 38,2 juta ton metrik

4. Vietnam

Konsumsi per kapita: 221,6 kg

Populasi: 97.468.029

Konsumsi tahunan keseluruhan: 21,6 juta ton metrik

5. Guyana

Konsumsi per kapita: 217,5 kg

Populasi: 804.567

Konsumsi tahunan keseluruhan: 0,18 juta ton metrik

6. Myanmar

Konsumsi per kapita: 191,5 kg

Populasi: 53.798.084

Konsumsi tahunan keseluruhan: 10,3 juta ton metrik

7. Guinea

Konsumsi per kapita: 184,7 kg

Populasi: 13.531.906

Konsumsi tahunan keseluruhan: 2,5 juta ton metrik

8. Thailand

Konsumsi per kapita: 177,4 kg

Populasi: 71.601.103

Konsumsi tahunan keseluruhan: 12,70 juta ton metrik

9. Sierra Leone

Konsumsi per kapita: 169,2 kilogram

Populasi: 8.420.641

Konsumsi tahunan keseluruhan: 1,43 juta ton metrik

10. Nepal

Konsumsi per kapita: 155,8 kg

Populasi: 30.034.989

Konsumsi tahunan keseluruhan: 4,68 juta ton metrik

Indonesia di Posisi ke-15

Berdasarkan data tersebut, Indonesia tidak termasuk dalam 10 besar.

Indonesia berada di peringkat ke-15, dengan konsumsi beras per orang sebesar 128,6 kg dan total penggunaan tahunan mencapai 35,20 juta ton.

Versi Lain: ReportLinker

Sebagai perbandingan, ReportLinker juga merilis daftar negara yang memiliki konsumsi beras per kapita terbesar di dunia.

Berdasarkan situs resminya, ReportLinker merupakan sebuah situs yang menyediakan data pasar dan informasi industri untuk membantu proses pengambilan keputusan perusahaan.

Berikut 10 negara teratas berdasarkan konsumsi beras per kapita menurut laporan ReportLinker:

1. Vietnam – 152,08 kg per kapita

2. Indonesia – 120,5 kg per kapita

3. Jepang – 52,82 kg per kapita

4. Iran – 35,48 kg per kapita

5. Nigeria – 34,37 kg per kapita

6. Australia – 21,5 kg per kapita

7. Kazakhstan – 13,83 kg per kapita

8. Kanada – 10,79 kg per orang

9. Argentina – 10,47 kg per kapita

10. Britania Raya – 9,38 kg per orang

Mengapa Asia Cenderung Menyukai Nasi?

Mengutip SBS Australia, ahli sejarah makanan dari Universitas Western Australia, Dr. Cecilia Leong-Salobir, menjelaskan alasan nasi menjadi makanan pokok bagi berbagai komunitas di Asia.

Menurutnya, nasi dimakan hampir dalam setiap waktu makan.

"Bayi umumnya memulai makanan padat pertamanya dengan bubur nasi. Sementara lansia yang sedang sakit atau dalam proses pemulihan sering diberikan nasi karena mudah dicerna," katanya.

Nasi juga merupakan komponen penting dalam hidangan perayaan dan tradisi hari raya di berbagai negara Asia.

"Bagi komunitas Asia di negara-negara yang jarang mengonsumsi nasi, nasi diingat dengan perasaan nostalgia sebagai makanan yang menenangkan," katanya.

Oleh karena itu, lanjut Dr. Leong-Salobir, ketika seseorang dari budaya yang biasa memakan nasi melihat orang lain memasak nasi dengan metode yang berbeda, sering kali muncul perasaan tidak percaya.

Seperti ada sesuatu yang terasa 'tidak benar'. Hal ini dapat memicu reaksi kaget, atau bahkan dianggap sebagai bahan candaan.

Beberapa orang dari Asia, misalnya, terbiasa mencuci beras sampai air cucian benar-benar jernih.

"Penyimpangan terhadap praktik ini dapat memicu tawa atau rasa kaget. Bahkan, komedian Asia seperti Jo Koy dan Nigel Ng (Uncle Roger) menggunakannya sebagai bahan lucu," tambahnya.

Namun, pada akhirnya, hubungan seseorang dengan nasi sangatlah pribadi. Nasi dapat menjadi bagian dari ritual keluarga, kebiasaan budaya, dan ketenangan emosional.

(KonekFood/Tiara Shelavie)

Comments