Skip to main content

Posts

Showing posts with the label teknologi

Makanan Bergizi Gratis Dihalangi Basi, BRIN Perkenalkan Teknologi Iradiasi

Teknologi Iradiasi untuk Meningkatkan Kualitas Makanan Bergizi Gratis Masalah utama dalam pelaksanaan proyek Makanan Bergizi Gratis (MBG) adalah makanan yang sudah tidak segar saat sampai di tangan siswa. Hal ini bahkan pernah memicu kasus keracunan, sehingga pemerintah kini sedang mengevaluasi penggunaan teknologi iradiasi sebagai solusi. Teknologi ini dikembangkan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang sebelumnya dikenal sebagai Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan). Dengan menggunakan radiasi nuklir, teknologi ini mampu membunuh mikroba pada makanan tanpa mengurangi kualitas atau keamanannya. Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, R. Hendrian, menjelaskan bahwa penggunaan radiasi pangan tidak hanya terbatas pada produk ekspor, tetapi juga bisa mendukung berbagai program seperti MBG dan logistik darurat di daerah terpencil. "Dengan pemanfaatan yang tepat, radiasi pangan dapat memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan dan penanganan darurat secara ...

Teknologi Iradiasi BRIN untuk Makanan Bergizi Tahan Lama

KonekFood - Salah satu tantangan dalam proyek Makanan Bergizi Gratis (MBG) adalah makanan yang sudah tidak segar ketika sampai di tangan siswa. Keadaan ini bahkan pernah menyebabkan kasus keracunan. Pemerintah saat ini sedang mempertimbangkan penggunaan teknologi iradiasi agar hidangan MBG dapat bertahan lebih lama.   Teknologi iradiasi ini merupakan hasil inovasi dari Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) yang kini berubah nama menjadi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Teknologi ini dikembangkan melalui penggunaan radiasi nuklir. Dengan paparan radiasi tersebut, mikroba dalam makanan dapat dihancurkan. Akibatnya, makanan dapat bertahan lebih lama, tetapi tetap aman untuk dikonsumsi.   Wakil Bidang Pemanfaatan Penelitian dan Inovasi BRIN R. Hendrian menyatakan bahwa pemanfaatan radiasi pangan tidak hanya berlaku untuk produk ekspor. Namun, juga dapat mendukung program makanan bergizi gratis serta pasokan logistik saat terjadi bencana di daerah terpencil. Termasuk dalam mendukun...

Hati-hati! 5 Produk Berbahaya Mengandung PFAS

PR PANTURA - Senyawa perfluoroalkil dan polifluoroalkil (PFAS) merupakan kumpulan bahan kimia buatan. Bahan ini telah digunakan dalam berbagai jenis produk rumah tangga selama beberapa dekade. Beberapa produk kebutuhan rumah tangga lainnya juga mengandung bahan kimia tersebut. Berikut ini 5 jenis produk yang sebaiknya kamu perhatikan. 1. Peralatan Masak Panci dan wajan anti lengket adalah produk peralatan dapur yang paling diminati, tetapi sering kali memiliki lapisan yang mengandung bahan PFAS. Lapisan tersebut membuat makanan tidak melekat dan lebih mudah dibersihkan. Namun, sayangnya, jika peralatan ini mengalami goresan atau kerusakan, PFAS dapat lepas ke makanan yang dimasak. Penelitian menunjukkan bahwa paparan jangka panjang terhadap PFAS berpotensi meningkatkan kadar kolesterol serta risiko gangguan tiroid. 2. Air Minum Salah satu sumber utama paparan PFAS adalah air minum yang tercemar. Di beberapa daerah, PFAS telah ditemukan dalam sistem pasokan air publik akibat polus...

Olin, Asisten AI untuk Industri Kuliner

Di tengah perkembangan teknologi saat ini, alat digital telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Banyak tugas kini dikerjakan dengan bantuan kecerdasan buatan atau AI. Bahkan menurut laporan Microsoft dan LinkedIn, 92% pekerja profesional di Indonesia memanfaatkan AI generatif dalam pekerjaannya, angka yang jauh lebih tinggi dibanding rata-rata dunia. Namun ternyata, AI tidak hanya berguna bagi karyawan kantor atau dunia teknologi. Di balik kesibukan dapur dan pelayanan pelanggan, pengusaha kuliner juga mulai menyadari kepentingan bantuan teknologi dalam mengelola usaha mereka. PT Esensi Solusi Buana (ESB), perusahaan yang menyediakan perangkat lunak berbasis cloud khusus untuk bisnis makanan dan minuman (F&B), secara langsung melihat berbagai tantangan yang dialami oleh pelaku usaha. Mulai dari pengambilan keputusan yang masih banyak didasarkan pada perasaan, hingga keterbatasan waktu dalam menganalisis data operasional secara menyeluruh. Melihat kebutuhan ...

Bincang Enam Mata dan GM Hotel-Kuliner Yogyakarta: Memimpin dengan Hati dan Inovasi

Peran Gen Z dalam Industri Perhotelan dan Kuliner Industri perhotelan dan kuliner kini sedang mengalami transformasi yang signifikan, terutama dengan kehadiran generasi muda yang dikenal sebagai Gen Z. Generasi ini membawa perubahan dalam cara berpikir dan bekerja, yang sering kali menimbulkan tantangan bagi generasi sebelumnya. Bagaimana cara memahami dan memotivasi Gen Z agar bisa memberikan kontribusi maksimal dalam industri ini? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Enam Mata Co&Solutions mengadakan sebuah diskusi interaktif yang dihadiri oleh para general manager hotel dan restoran di Yogyakarta. Acara yang bertema "Lead with Heart, Embrace Innovation" (Memimpin dengan Hati, Merangkul Inovasi) menghadirkan tiga pembicara utama, yaitu Yohanes Sulistiyono Hadi, Nikolaus Katuuk, dan Jimmy Situmeang. Diskusi ini dipandu oleh AA Kunto A, seorang praktisi komunikasi. Memahami Generasi Z Yohanes Sulistiyono Hadi, yang juga merupakan executive trainer Enam Mata, memulai se...