Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Budaya & Sejarah

Petualangan Kuliner Legendaris di Cikini yang Menghidupkan Sejarah, Aroma Kota Tua, dan Sajian Ikonik Jakarta

KonekFood Cikini selalu memiliki cara untuk menyambut setiap orang yang lewat: melalui bangunan tua yang berdiri kokoh, keramaian yang tak pernah reda, hingga warisan kuliner yang bertahan melewati berbagai era. Area ini bukan hanya sekadar titik pada peta Jakarta. Ia merupakan tempat di mana kisah masa lalu, kreativitas abad ini, dan kehangatan penduduk kota bersatu menciptakan suasana yang sulit ditemukan di tempat lain. Pada episode terbaru, kanal YouTube Rumah Canda Melki mengajak penonton untuk kembali menjelajahi Cikini—mulai dari sejarah yang berkaitan dengan keluarga Raden Saleh, hingga makanan-makanan legendaris yang telah bertahan selama puluhan tahun dan tetap menjadi favorit penduduk ibu kota. Dari gado-gado dengan saus khas, mi ayam tanpa papan nama yang selalu ramai, hingga nasi uduk yang kaya lauk menjadi favorit warga setempat; semuanya dihidangkan dalam perjalanan yang hangat, renyah, dan penuh kenangan. Berikut rangkaian makanan khas yang dikunjungi Melki di wilay...

Pakan Kamih: Simfoni Kuliner, Budaya, dan Cerita di Batusangkar pada Hari Kamis

Pagi masih sedikit mendung saat saya memulai perjalanan di kota budaya yang damai dan kaya akan sejarah: Batusangkar, yang terletak di tengahan perbukitan Luhak Nan Tuo. Angin dingin menusuk namun terasa segar—seakan mengajak untuk segera berangkat menuju pusat kota. Bukan untuk mengejar waktu, tetapi untuk mengejar sebuah pasar yang hanya berlangsung sekali dalam seminggu: Pasar Kamis, setiap hari Kamis di Pasar Batusangkar. Di sinilah awal perjalanan saya. Bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan perasaan, tradisi, dan sejarah yang mengalir tenang namun penuh kekuatan di tanah Minangkabau. Satu Hari, Sejuta Wajah Sejak pagi hari, jalan-jalan mulai dipenuhi oleh langkah kaki dan roda kendaraan yang membawa hasil pertanian. Penduduk dari berbagai nagari sekitar---Tabek, Rao-Rao, Pandai Sikek, Pariangan---berangkat menuju satu tempat: pasar yang hanya dibuka setiap pagi hari Kamis. Makan Kamih bukan hanya sekadar pasar tradisional. Ia merupakan sebuah ritual sosial. Di ...