Skip to main content

Posts

Showing posts with the label pemerintah

Bapanas Jamin Penyerapan Gula Petani Tetap Tinggi

Pemerintah Siapkan Anggaran Rp1,5 Triliun untuk Menyerap Gula Petani Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah menyiapkan anggaran sebesar Rp1,5 triliun guna menyerap gula petani dalam negeri. Langkah ini diambil untuk memastikan harga gula tidak turun di bawah harga acuan penjualan (HAP), sehingga stabilitas pasar tetap terjaga. Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilitas Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa menyampaikan bahwa penyerapan gula petani dilakukan melalui mekanisme lelang yang dikelola oleh PT Sinergi Gula Nusantara (SGN). Harga minimal yang ditetapkan adalah sebesar Rp14.500 per kilogram. Dengan adanya penyerapan ini, pemerintah berupaya menghindari penurunan harga yang bisa merugikan para petani tebu. Kesepakatan Bersama Stakeholder Pergulaan Ketut menjelaskan bahwa kesepakatan ini telah dihasilkan dari Rapat Pembahasan Program Penyerapan Gula Petani yang digelar di Surabaya pada 22 Agustus lalu. Dalam rapat tersebut, seluruh pemangku kepentingan seperti ...

Beras yang Menakjubkan

Kondisi Perberasan yang Memprihatinkan Kondisi perberasan di Indonesia saat ini memang cukup mengkhawatirkan. Berdasarkan data dan analisis terkini, beberapa masalah utama yang muncul antara lain harga beras yang terus meningkat. Pada pekan kedua Agustus 2025, harga rata-rata nasional beras medium dan premium masing-masing mencapai Rp14.012/kg dan Rp15.435/kg, yang jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET). Meskipun pemerintah telah melakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga, kondisi ini tidak kunjung membaik. Distribusi yang Tidak Efektif Masalah berikutnya adalah distribusi yang tidak efektif. Persoalan utama dalam sektor perberasan bukanlah pada produksi, melainkan bagaimana beras didistribusikan ke masyarakat. Stok beras nasional pada awal Agustus 2025 mencapai 4,2 juta ton, yang lebih tinggi dari rata-rata konsumsi bulanan. Namun, harga tetap naik karena distribusi yang buruk. Hal ini menunjukkan bahwa meski stok cukup, akses masyarakat terhadap beras masih terbatas. O...

SPPG MBG Solo Bertambah, Wali Kota Incar 20 Dapur Akhir Tahun

Target Pemkot Solo Mencapai 20 SPPG pada Akhir Tahun 2025 Pemerintah Kota Solo memiliki rencana ambisius untuk meningkatkan jumlah satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang beroperasi dalam program makan bergizi gratis (MBG). Hingga akhir tahun 2025, target yang ditetapkan adalah sebanyak 20 SPPG. Saat ini, sudah ada 6 SPPG yang berjalan, sedangkan kebutuhan idealnya mencapai sekitar 40 unit. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh pihak terkait. Wali Kota Solo, Respati Ardi, menekankan pentingnya kerja sama dan kolaborasi antara pemerintah, swasta, serta masyarakat dalam menjalankan program MBG. Ia menyampaikan bahwa hingga saat ini telah terdapat 6 SPPG yang beroperasi di kota tersebut. "Pemkot Solo berkomitmen hingga akhir tahun 2025 bisa terealisasi 20 dapur. Meskipun bukan target sederhana, saya optimistis itu akan tercapai, tetapi memang memerlukan kerja sama dari semua pihak," ujarnya saat meresmikan SPPG Penumping-L...

Perselisihan Pengusaha dan BGN Mengenai Impor Food Tray untuk MBG

KonekFood , JAKARTA — Kebijakan pemerintah yang mengendurkan pembatasan impor food tray atau wadah makanan untuk program Makanan Bergizi Gratis (MBG) mendapat penolakan dari kalangan pengusaha di dalam negeri. Para pengusaha menganggap kebijakan tersebut tidak sesuai karena berpotensi membahayakan kondisi industri lokal. Terlebih lagi, para pelaku industri lokal dikatakan telah melakukan investasi yang cukup besar agar mampu memproduksi food tray . Asosiasi Produsen Kemasan Makanan Indonesia (APMAKI) menyatakan bahwa industri dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan food tray program Bantuan Langsung Tunai untuk 82,9 juta penerima pada tahun 2025. Ketua APMAKI Robert Susanto mengatakan, anggota APMAKI telah mampu menghasilkan hingga 10 juta unit. food tray secara bulanan. Hal ini bertolak belakang dengan pernyataan pemerintah yang menyatakan bahwa produksi lokal masih belum mampu memenuhi kebutuhan food tray untuk program MBG. "Itu belum mencapai kondisi produksi penuh. Dengan k...

Program Makan Bergizi Gratis: Buktikan Kepedulian Pemerintah untuk Kesejahteraan Rakyat

PR Jabar – Anggota Komisi IX DPR RI Putih Sari bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) melaksanakan kegiatan sosialisasi program Makan Bergizi Gratis di Kecamatan Tirta Mulya, Kabupaten Karawang. Program MBG adalah tindakan nyata pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui penyediaan akses gizi. Sosialisasi yang mengusung tema "Bersama Mewujudkan Generasi Sehat Indonesia" diadakan di GOR SMPN 1 Tirta Mulya, Karawang pada Sabtu, 2 Agustus 2025. Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB diikuti oleh ratusan peserta yang merupakan penduduk setempat. Acara sosialisasi program MBG ini dibuka oleh anggota Komisi IX DPR RI Putih Sari, Ahli Madya dari Direktorat Promosi dan Edukasi Badan Gizi Nasional (Online) Anyelir Puspa Kemala, Kepala Biro Umum dan Keuangan Lili Khamiliyah, serta perwakilan SMPN 1 Tirta Mulya Nardi. Pada kesempatannya, anggota Komisi IX DPR RI Putih Sari mengungkapkan bahwa kehadiran program MBG ini merupakan inovasi terbaru yang perlu mend...

Kadin DKI Jakarta Dukung Investasi Sapi Perah dan Susu Pasteurisasi untuk Program Makanan Gratis

PR JATENG - Komitmen nyata dari sektor swasta dalam mendukung program strategis pemerintah kembali terlihat melalui kerja sama lintas pihak di bidang peternakan dan pangan. Pada hari Minggu, 3 Agustus 2025, diadakan acara pelepasan penyebaran bibit sapi perah dan kambing perah, penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (MoU) Jual Beli Susu Pasteurisasi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta kesepakatan kerja sama investasi sapi perah antara Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul Hijauan Pakan Ternak (BBPTU-HPT) Baturraden dan PT Suri Nusantara. Acara ini menjadi bukti kemitraan antara pemerintah dan sektor swasta dalam mewujudkan kolaborasi pentahelix, khususnya untuk mendukung program nasional MBG yang bertujuan mencapai 80 juta penerima manfaat. Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin DKI Jakarta), Diana Dewi, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan harapan positifnya terhadap kelanjutan kerja sama lintas sektor. Kolaborasi ini merupakan wujud nyata dari pentahelix. P...

BGN Ingatkan Produsen Lokal Tingkatkan Produksi Food Tray, Dadan: Mereka Tak Peduli

KonekFood, JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) angkat bicara usai pengusahawarga setempat menolak kebijakan pemerintah yang mengendurkan pembatasan impor nampan makanan atau wadah makanan untuk program tersebutmakan bergizi gratis (MBG). Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, pemerintah sejak tahun lalu telah mengajak produsen yang tergabung dalam Asosiasi Produsen Alat Dapur dan Makanan (ASPRADAM) di dalam negeri untuk meningkatkan produksi food tray agar dapat memenuhi kebutuhan MBG. Namun, Dadan menyampaikan bahwa permintaan tersebut tidak direspon oleh para pengusaha. "Saya telah mengajukan permintaan kepada ASPRDAM sejak Juni 2024 mengenai produksi dan mereka tidak merespons untuk melanjutkannya," kata Dadan kepada Bisnis, Minggu (3/8/2025). Menurutnya, pengusaha lokal mulai bergerak setelah program MBG berjalan dan minat mitra meningkat. Ia menilai, jika para pengusaha sejak awal memenuhi permintaan food tray untuk kebutuhan MBG, kebijakan pelonggaran impor food tr...

Ibu Rumah Tangga di Sei Rampah Nikmati Manfaat Makan Bergizi Gratis, Harapkan Program Berkelanjutan

KILAS KLATEN - Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas Presiden terpilih Prabowo Subianto, kini mulai memberikan manfaat kepada masyarakat. Di Sei Rampah, Serdang Bedagai, Sumatera Utara, beberapa ibu rumah tangga juga merasakan manfaat baik dari inisiatif ini. Salah satu contohnya adalah Aslina, seorang ibu rumah tangga yang kini bekerja di Unit Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cempedak, Sei Rampah. Ia menyampaikan rasa terima kasih yang sangat mendalam kepada Presiden Prabowo Subianto di hadapan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Hasan Nasbi. Seperti yang dilaporkan dalam pernyataan resmi PCO yang diverifikasi di Jakarta pada Kamis (1/8), Aslina menyampaikan perasaan harunya. "Terima kasih Tuan Presiden, telah memberikan bantuan kepada kami dalam kehidupan sehari-hari. Kami berharap hal ini dapat terus berlangsung selamanya," kata Aslina. Pernyataan ini menunjukkan harapan tinggi dari masyarakat agar program ini tetap berjalan dan mem...

Perkuat Kolaborasi, Gubernur Sumut Kejar Target 200 Dapur MBG

KonekFood, - SERDANG BEDAGAI - Untuk mempercepat pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam penyediaan makanan bergizi gratis (MBG), di seluruh wilayah Sumatera Utara (Sumut), Gubernur Bobby Nasution mengajak semua pihak yang terkait untuk meningkatkan kerja sama. Di Sumut ditetapkan akan berdiri 1.700 unit dapur SPPG, saat ini telah beroperasi sebanyak 77 dapur SPPG, dan hingga akhir tahun 2025 diharapkan terbangun tambahan 200 dapur SPPG. Hal ini diungkapkan Bobby Nasution, saat melakukan peninjauan dapur SPPG Desa Cempedak Lobang, Seirampah, Serdangbedagai (Sergai), Rabu (30/7/2025). Menurutnya, perkembangan pembentukan SPPG di Sumut saat ini berjalan cepat dan lancar. “Namun hal ini memerlukan kerja sama dari seluruh pihak terkait, tidak terkecuali peran Forkopimda juga, kolaborasi ini sangat penting,” ujar Bobby. Selain menyediakan makanan bergizi gratis bagi anak-anak, program MBG juga menciptakan banyak kesempatan kerja. “Dan ini menjadi salah satu aspek ...

Investasi Rp300 Miliar Terancam Hilang Akibat Impor Food Tray

KonekFood , JAKARTA — Pengusaha yang bergerak di bidang wadah makanan memutuskan untuk menunda investasinya dalamprogram makan bergizi gratis(MBG) setelah pemerintah mengendurkan kebijakan impor food tray  (nampan makanan). Sekretaris Jenderal APMAKI Alie Cendrawan mengatakan, sejak pemerintah meluncurkan program MBG, beberapa pengusaha di bidang ini ikut terlibat dengan melakukan investasi langsung dalam program tersebut. "Kami berangkat dari keinginan untuk membantu pemerintah dalam menjalankan program makanan bergizi gratis, itulah awalnya," ujar Alie dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Kamis (31/7/2025). Alie menyampaikan, investasi ini berawal dari pernyataan Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan melalui pernyataannya yang pernah mendorong para pengusaha lokal untuk membangun pabrik. food tray atau alat makan lainnya untuk mendukung program MBG, sehingga Indonesia tidak perlu melakukan impor. Diharapkan, pembangunan pabrik-pabrik baru mampu berkontribusi terhadap p...

Pengusaha Kecam Impor Food Tray: Kami Bisa Produksi Sendiri

KonekFood , JAKARTA — Asosiasi Produsen Wadah Makan Indonesia (APMAKI) menyatakan bahwa industri dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan food tray atau wadah makanan untuk program makanan bergizi gratis (MBG) bagi 82,9 juta penerima program pada tahun 2025. Ketua APMAKI Robert Susanto mengatakan, anggota APMAKI sudah mampu menghasilkan hingga 10 juta unit. food tray secara bulanan. Hal ini bertolak belakang dengan pernyataan pemerintah yang menyatakan bahwa produksi lokal belum mampu memenuhi kebutuhan food tray untuk program MBG. Itu belum dalam keadaan dioperasikan secara penuh. Dengan kondisi yang normal, sudah mampu menghasilkan 10 juta [ food tray sebulan," kata Robert dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Kamis (31/7/2025). Menurutnya, terdapat perbedaan pendapat mengenai proses produksi food tray terjadi karena kurangnya koordinasi antara produsen dan pemerintah. Sejauh ini, Robert mengatakan bahwa produsen lokal bekerja secara mandiri tanpa adanya bimbingan dari kem...

MIND ID Perkuat Swasembada Pangan dengan Pemberdayaan Petani Lokal

Perusahaan milik negara, Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID, secara terus-menerus melaksanakan berbagai program pemberdayaan kepada petani di sekitar area operasionalnya. Tindakan ini merupakan dukungan nyata dalam mendukung program swasembada pangan yang dijalankan pemerintah. Sekretaris Perusahaan MIND ID, Pria Utama, menyampaikan bahwa kemandirian pangan menjadi isu yang semakin penting di tengah ketidakpastian global. Sebuah negara perlu mampu memenuhi kebutuhan pangan penduduknya sendiri tanpa terlalu bergantung pada pasokan dari luar negeri. Selain memastikan ketersediaan gizi bagi masyarakat, swasembada pangan juga mampu mengurangi pengeluaran devisa serta menjaga kestabilan harga di dalam negeri. Namun, tantangan dalam mencapai kemandirian pangan di Indonesia tidaklah mudah. Perubahan iklim, keterbatasan lahan, akses terhadap teknologi, serta kurangnya perhatian terhadap sektor pertanian merupakan masalah yang harus diselesaikan secara menyeluruh. MIND ID berkomitm...

Jan Maringka: Jaga Pangan, Bangun Masa Depan

KonekFood , JAKARTA - Ketua Umum DPP Presidium Persatuan Nusantara Indonesia (PNI) Dr.Jan S Maringkahadir sebagai pembicara dalam acara pelantikan Pengurus KBPP Polri dengan tema Ketahanan Pangan di Indonesia” yang diselenggarakan di Mako Brimob, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Jumat (25/7/2025). Dulunya sebagai Jamintel Kejaksaan Agung RI periode 2017-2020 ini menjelaskan bahwa program ketahanan pangan bukan hanya masalah logistik atau pertanian saja, tetapi menjadi isu strategis negara yang berdaulat yang berkaitan dengan martabat kehidupan dan kedaulatan nasional. Saat menyampaikan materinya, Jan Maringka, panggilan akrabnya, mengangkat tema 'Lindungi Pangan, Jaga Masa Depan'. Ia menekankan kepentingan keterpaduan antar elemen masyarakat dalam menciptakan sinergi yang kuat dan tangguh di lapangan. "Generasi berikutnya akan tangguh, jika ketahanan pangan mereka kuat. Mulai hari ini, bersama seluruh komponen bangsa, baik itu pemerintah, masyarakat maupun generasi muda, bangkit...

Mengapa Program Makanan Bergizi Gratis Harus Dihentikan?

KonekFood , Jakarta - Program andalan Presiden Prabowo Subianto,makan bergizi gratis(MBG) sering menjadi perhatian masyarakat. Alih-alih menjadi cara untuk memperbaiki gizi anak, pelaksanaannya di beberapa daerah justru menimbulkan kasus keracunan yang melibatkan banyak orang. Belum lagi isu perselisihan antarmitra dapur, hingga dugaan kurangnya pengelolaan dan pengawasan terhadap kualitas pangan. Kasus terbaru terjadi di Sekolah Menengah Pertama Negeri 8 Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa, 22 Juli 2025. Ratusan siswa dibawa ke rumah sakit dengan keluhan mual, muntah, dan diare. Berdasarkan keterangan guru sekolah tersebut, gejala muncul setelah siswa mengonsumsi paket makan siang MBG sehari sebelumnya yang berisi lauk rendang, tahu, sayur wortel, dan kacang panjang serta buah pisang. "Awalnya ditangani di UKS, tetapi karena jumlahnya terlalu banyak, kami merujuk ke RSUD SK Lerik dan rumah sakit lainnya," ujar Brigina, guru SMPN 8 Kupang. Kepala Badan Gizi Nasional...

Peringatan HAN 2025, APPNIA Dukung Pemenuhan Gizi Menuju Indonesia Emas 2045

KonekFood , JAKARTA - Ketua Umum APPNIA Nani Hidayani menyatakan bahwa seluruh perusahaan anggota APPNIA mendukung sepenuhnya pencapaian Generasi Emas 2045. APPNIAterus memastikan tersedianya akses terhadap produk nutrisi serta edukasi mengenai pemenuhan gizi, khususnya pada 1.000 Hari Pertama Kelahiran (HPK). Hal tersebut disampaikan Nani dalam perayaan Hari Anak Nasional (HAN) 2025, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) bekerja sama dengan berbagai pihak dari dunia usaha, termasuk Asosiasi Perusahaan Produk Bernutrisi untuk Ibu dan Anak (APPNIA), menyelenggarakan kegiatan "Hari Anak Nasional 2025 - Anak Indonesia Bersaudara" di Bundaran HI, Jakarta pada hari Minggu pagi (20/7). "Kebijakan pemerintah dalam lima tahun mendatang terus berupaya memastikan peningkatan kualitas nutrisi. Penting bagi kita bersama pemerintah untuk mendukung terwujudnya Indonesia Emas melalui pemenuhan akses terhadap kecukupan gizi," ujar Nani. "Di masa depa...

Mengapa Jokowi Minta Penundaan Pemeriksaan, Meski Bisa Ikut Prabowo Kulineran di Solo

KonekFood - Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), mengajukan permohonan penundaan pemeriksaan dari penyidik Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan ijazah palsu yang sedang diteliti. Pemeriksaan tersebut sebenarnya dijadwalkan berlangsung pada hari Kamis, 17 Juli 2025, yang akan dilakukan oleh Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Namun, kuasa hukum Jokowi, Rivai Kusumanegara, menyatakan bahwa kliennya tidak bisa hadir dalam pemeriksaan karena sedang menjalani pengawasan kesehatan dan dilarang oleh dokter untuk bepergian. "Benar, minggu lalu kami telah menerima surat panggilan dari Polda Metro Jaya, namun karena kondisi kesehatan Pak Jokowi yang tidak memungkinkan untuk bepergian ke luar kota (masa observasi dokter), maka kami mengajukan permohonan penundaan pemeriksaan," kata Rivai saat diwawancarai, Selasa (22/7/2025). Rivai menambahkan bahwa pihaknya telah memberikan dua pilihan kepada penyidik. Pertama, menunggu sampai kondisi kesehatan Jokowi...

BPS: Harga Beras Melonjak di 205 Wilayah, Tembus Rp54.772 per Kg

KonekFood , JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkanharga berasmengalami peningkatan di 205 kabupaten/kota pada minggu ketiga Juli 2025. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan, harga beras terus mengalami peningkatan sepanjang bulan Juli 2025. Di minggu pertama Juli 2025, terdapat 148 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga beras. Angka ini meningkat menjadi 178 kabupaten/kota pada minggu kedua Juli 2025. "Beras juga menjadi perhatian kita, sudah ada 205 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga. Rata-rata harga dari berbagai kualitas, baik medium maupun premium hingga minggu ketiga Juli 2025," ujar Amalia. pada Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah 2025 di Gedung Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Selasa (22/7/2025). Amalia mengatakan, rata-rata harga beras di zona 1, baik jenis sedang maupun premium, meningkat sebesar 1,95% dibandingkan dengan Juni 2025 menjadi Rp14.488 per kilogram. Meski demikian, Amalia menjelaskan bahwa secara ...

Perubahan Pernyataan Dedi Mulyadi Soal Makan Gratis di Pesta Pernikahan Anaknya

KonekFood , Jakarta - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadimengakui tidak mengetahui bahwa acara pesta rakyat dengan makanan gratis dalam perayaan pernikahan putranya diadakan pada siang hari. Dedi, saat diwawancarai di Gedung DPRD Jawa Barat, Bandung, menyebutkan bahwa acara pesta rakyat tersebut akan digelar pada malam Jumat, 18 Juli 2025, bersamaan dengan pertunjukan seni untuk merayakan pernikahan putrinya Maula Akbar dengan Luthfianisa Putri Karlina yang merupakan Wakil Bupati Garut. Putri adalah anak dari Irjen Karyoto, Kapolda Metro Jaya. "Acara kemarin tercantum dalam jadwal yang saya miliki dan unggahan di media sosial saya seharusnya dilaksanakan pada malam hari. Bersamaan dengan acara kesenian, pameran seni, dan dilakukan di lapangan," ujar Dedi setelah menghadiri Rapat Paripurna DPRD Jabar, Sabtu, 19 Juli 2025, seperti dikutip dari Antara . Ia menambahkan, bahwa mengenai jadwal tersebut juga telah diungkapkan dalam unggahan video YouTube miliknya. "Di YouTube say...

Dedi Mulyadi Tak Tahu Anak dan Mantu Buat Makan Gratis, Minta Maaf Usai 3 Orang Tewas Berdesak

KonekFood Dedi Mulyadi tidak mengetahui anak dan menantunya menyediakan makanan gratis. Ia meminta maaf setelah tiga orang meninggal akibat dorong-dorongan dalam acara pernikahan tersebut. Gubernur Jawa Barat juga memberikan bantuan dana sebesar 150 juta rupiah untuk keluarga korban. Sebelumnya dilaporkan tiga orang meninggal dunia akibat tertimpa dalam acara makan gratis yang menjadi bagian dari perayaan pernikahan putra Dedi Mulyadi Maulana Akbar dan Putri Karlina. Kejadian menyedihkan terjadi pada hari Jumat, 18 Juli 2025. Dedi ikut merasa prihatin terhadap para korban yang meninggal dalam acara pernikahan putra kandungnya. Dedi mengakui telah memerintahkan timnya untuk pergi ke Garut dan bertemu dengan keluarga korban. "Saya menyampaikan, hari ini saya telah meminta staf saya untuk mengunjungi seluruh keluarga dan memberikan uang duka dari saya sebagai Gubernur Jawa Barat kepada warga saya yang mengalami musibah hari ini. Kami memberikan uang duka sebesar Rp150 juta p...

Wulan, Keponakan Dedi Mulyadi, Sukses Jual Gorengan Lebih Besar dari Gaji Honorer

Kisah Sukses Wulan, Keponakan Dedi Mulyadi yang Lebih Berhasil dari Guru Honorer Wulan, keponakan Dedi Mulyadi, kini menjadi sorotan berkat kesuksesannya dalam menjalani usaha jualan gorengan. Penghasilannya ternyata jauh lebih besar dibandingkan dengan gaji guru honorer. Cerita ini menarik perhatian publik dan mengundang banyak tanya tentang bagaimana seorang tenaga honorer bisa meraih pendapatan yang begitu besar. Awal Mula Kesuksesan Wulan Kisah Wulan pertama kali disampaikan oleh Dedi Mulyadi saat ia mengunjungi area perkebunan Agroforestry Gunung Hejo di Purwakarta. Dedi menyampaikan bahwa setiap minggu, Wulan mampu mendapatkan penghasilan hingga Rp3 juta hanya dari penjualan bala-bala. Jumlah tersebut bahkan melebihi gaji bulanan sebagai pegawai honorer. Wulan, yang dikenal dengan nama lengkap Siti Wulan Rosdiani Nurfalah, adalah tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purwakarta. Sejak bergabung pada tahun 2011, gajinya berkisar antara Rp1,2 juta hingga Rp2 juta pe...