Masih jelas terukir dalam ingatanku mengenai hari Senin pagi yang gelap: bangun dengan kepala berat, tenggorokan sakit seakan digosok kertas ampelas, dan tubuh menggigil, meskipun jam dinding terus-menerus mengingatkanku untuk segera mandi dan pergi ke kantor. Saya menyerah pada situasi dan memutuskan untuk tidak masuk kerja agar bisa berobat ke klinik terdekat. Sebagai seorang mahasiswa kos, sakit adalah ujian paling berat. Pengganggu utamanya? Tentu saja "pesta dosa" yang terjadi akhir pekan lalu. Saya memiliki kebiasaan untuk me-time di pagi hari Minggu dengan mencari camilan di Sunmor GOR Satria Purwokerto dekat kosan saya. Area sepanjang jalan menuju GOR ditutup agar para pedagang kaki lima dan pembeli seperti saya bisa berjumpa, melakukan transaksi jual beli. Namun masalahnya, saya sering tergoda untuk membeli berbagai jenis makanan berminyak secara berlebihan. Siapa, sih, mahasiswa asrama yang bisa menahan godaan barisan telur gulung dan mendoan hangat yang baru dian...