Priangan Insider -Jika kamu sedang berjalan-jalan ke Garut, jangan hanya memperhatikan pencarian oleh-oleh atau sekadar mampir ke tempat wisata alaminya saja.Garut merupakan surga bagi pecinta kuliner pagi yang tidak boleh kamu lewatkan, dan salah satu yang sedang sangat populer adalah Surabi Legend Papandayan.
Tempat ini terasa seperti permata tersembunyi bagi para pencari sarapan tradisional yang asli dan tentu saja terjangkau.
Surabi yang tersedia di sini tidak sama dengan surabi biasa. Bukan pula surabi yang modern seperti di kafe kekinian. Ini adalah surabi dengan rasa khas Sunda yang tetap mempertahankan metode pengolahan secara tradisional.
Mulai dari adonan yang dibuat segar setiap hari, hingga proses pemanggangan yang tetap menggunakan tungku arang. Tidak heran jika aroma asap yang muncul dari atas tungku membuat siapa pun yang lewat langsung lapar.
Namun ada satu hal yang perlu kamu ketahui sebelum berkunjung ke sini: jangan malas bangun pagi. Mengapa? Karena antrian untuk mendapatkan surabi legendaris ini sudah membentuk barisan panjang sejak pagi hari.
Tidak hanya warga setempat, tetapi juga para wisatawan dari luar kota yang sengaja menyisihkan waktu untuk datang karena penasaran dengan surabi yang disebut-sebut membuat ketagihan. Sekali saja datang terlambat, siap-siap kecewa karena stoknya sering habis sebelum jam sarapan usai.
Harga surabinya membuat dompet Anda bahagia. Hanya perlu Rp5.000-an per porsi. Namun jangan terkecoh dengan harganya yang murah, karena rasanya benar-benar melebihi harapan.
Anda dapat memilih berbagai jenis topping yang menarik dan khas, mulai dari oncom pedas yang rasa gurihnya melekat di lidah, hingga abon ayam yang teksturnya lembut dan manis gurih pada setiap suapan.
Dua jenis topping ini menjadi pilihan utama pelanggan, sering disebut sebagai ciri khas Surabi Legend Papandayan.
Lokasi Surabi Legend ini sangat mudah ditemukan, berada di Jalan Papandayan No. 3, Paminggir, Kecamatan Garut Kota. Lokasinya strategis, tepat di sudut persimpangan lampu merah.
Jika kamu sedang berkeliling Garut menggunakan kendaraan, jangan sampai melewatkan tempat ini. Biasanya aroma surabi yang dibakar tercium dari kejauhan, sehingga tidak akan tersesat.
Cara membuat surabi di sini berbeda tidak hanya dari rasanya dan proses memasak yang masih tradisional, tetapi juga suasana warung yang sederhana namun penuh dengan kisah.
Sambil menunggu giliran mendapatkan surabi, kamu dapat mendengarkan percakapan santai warga Garut yang sedang minum kopi pagi atau membicarakan berita terkini. Terdapat rasa hangat yang tidak bisa kamu temukan di tempat makan modern.
Garut bukan hanya terkenal dengan wisata alam atau kerajinan kulit, tetapi juga dengan makanan khas yang masih bertahan di tengah masyarakatnya. Surabi Legend Papandayan merupakan bukti nyata bahwa masakan tradisional masih bisa bertahan di tengah perkembangan tren makanan modern.
Jadi, jika kamu termasuk orang yang suka menjelajahi makanan khas daerah, pastikan surabi ini masuk dalam daftar pertama kamu. Karena di Garut, sarapan bukan hanya sekadar mengisi perut, tapi bagian dari budaya yang harus kamu alami secara langsung. (***)
Comments
Post a Comment