Warung ini terkenal karena menyajikan Lontong Balap dengan rasa asli yang mampu menarik selera penduduk setempat maupun para pengunjung, ditandai dengan kuah yang pedas dan gurih khas, tauge segar, tahu goreng, serta Lentho (perkedel kacang tolo) yang masih menggunakan resep tradisional, sehingga berbeda dengan versi modern.
Kehadiran Sate Kerang sebagai hidangan pelengkap yang patut dicoba semakin memperkuat reputasinya. Dari segi gizi dan sejarah, kuliner ini menyediakan karbohidrat dan protein nabati lokal yang kenyang, menjadikannya pilihan sarapan atau makan siang yang efisien. Keberadaannya di lokasi yang mudah dicapai di Sawahan menjadikannya destinasi ideal bagi para penggemar makanan untuk merasakan warisan rasa Surabaya.
Soto Ayam Cak To (di Undaan Wetan)
Soto Ayam Cak To, kini berada di Jalan Ngemplak I No.36, Undaan Wetan, Surabaya, sudah lama dikenal sebagai tempat makan legendaris yang tak bisa dipisahkan dari ciri khas kota Pahlawan. Salah satu tempat tersembunyi yang patut dikunjungi adalah Pecel Malang Original. Untuk pengalaman yang autentik, carilah pedagang Pecel yang berada di Pasar Tradisional (misalnyaPasar Oro-Oro Dowoatau sekitarnya) atau kafe yang berada di sepanjang wilayah Kayutangan (kawasan Malang lama).
Pecel biasanya menggunakan bumbu kacang yang lebih kental dan disajikan dengan lauk sederhana seperti Tempe Mendol, Rempeyek renyah, serta sayuran segar, menyediakan pasokan serat dan protein nabati yang sempurna. Waktu terbaik untuk mencari adalah hari Minggu pagi, jam 07.00 – 10.00, sebelum habis dimakan oleh penduduk setempat.
Sarapan di Malang menyediakan hidangan yang berfungsi sebagai pemanas alami tubuh. Meskipun Ronde dan Angsle terkenal sebagai camilan malam, pada hari tertentu, khususnya di sekitar area Car Free Day Ijen atau pasar dadakan, Anda bisa menemukan versi pop-up Angsle/Ronde yang dijual pada pagi hari.
Angsle, yang terdiri dari kacang hijau, ketan, roti tawar, dan kuah santan hangat, merupakan sumber karbohidrat kompleks yang dicampur dengan bumbu hangat, menciptakan perasaan hangat yang mendalam serta energi yang dilepaskan secara bertahap. Mencoba hidangan unik ini di pagi hari adalah pengalaman yang berbeda, menggabungkan kebiasaan pagi yang sehat dengan rasa khas pegunungan.
Selain pecel dan hidangan hangat, Malang juga menyediakan Nasi Campur versi klasik yang asli. Nasi Campur Malang lama biasanya menggabungkan nasi yang disajikan bersama serundeng, sambal goreng kentang, serta potongan daging atau ayam dengan bumbu merah yang kaya rempah.
Beberapa kafe ikonik di sekitar Kota Batu atau Lawang memutuskan beroperasi hanya pada hari Sabtu dan Minggu agar dapat melayani pengunjung yang datang dari luar kota.
Sarapan kaya akan protein ini memastikan Anda mendapatkan asupan gizi yang cukup untuk memulai perjalanan jalan-jalan ke destinasi wisata alam di sekitar Malang, menunjukkan bahwa kuliner lokal pada akhir pekan di Malang adalah kombinasi sempurna antara tradisi, kehangatan, dan nutrisi yang seimbang.
Tujuan 3: Blitar/Kediri (Fokus pada Makanan Berbahan Umbi dan Camilan Tradisional)
Ritual sarapan akhir pekan di Blitar dan Kediri menyajikan pengalaman makanan berbasis karbohidrat kompleks yang autentik, dengan fokus pada olahan umbi-umbian dan jajanan pasar tradisional yang semakin langka ditemukan pada hari kerja. Sasaran utamanya adalah Getuk, Tiwul, atau Nasi Ampok (Jagung).Makanan-makanan ini, yang kaya akan serat dan memiliki Indeks Glikemik (GI) lebih rendah dibandingkan nasi putih, menawarkan energi yang stabil tanpa menyebabkan rasa kantuk (sugar crash).
Para pencari rasa disarankan menargetkanPasar Legi di Blitar atau Pasar Setono Betek di Kediripada hari Minggu pagi (jam 06.30–09.00), ketika para pedagang lokal dari desa-desa sekitar membawa barang dagangan khas mereka, yang biasanya tidak tersisa setelah pukul 09.00 pagi.
Kunjungan yang sangat menarik di kawasan ini adalah Nasi Ampok Komplit, nasi jagung yang disajikan dengan berbagai lauk sederhana tetapi memiliki rasa yang kuat. Untuk mendapatkan versi terbaik, carilah penjual yang menyediakan Nasi Ampok bersama Sayur Lodeh Tewel (sayur nangka muda yang kaya akan serat) atau, yang paling ikonik, Sambal Tumpang (sambal khas Kediri/Blitar yang dibuat dari tempe busuk yang difermentasi). Kota tersembunyi yang menarik di wilayah ini adalah Nasi Ampok Komplit, yaitu nasi jagung yang disajikan dengan berbagai lauk sederhana namun memiliki cita rasa yang tajam. Untuk mencoba varian terbaiknya, temukan penjual yang menyajikan Nasi Ampok dengan Sayur Lodeh Tewel (sayur nangka muda yang kaya serat) atau, yang paling legendaris, Sambal Tumpang (sambal khas Kediri/Blitar yang terbuat dari tempe busuk yang difermentasi). Salah satu tempat istimewa di daerah ini adalah Nasi Ampok Komplit, nasi jagung yang disajikan dengan lauk sederhana tetapi memiliki karakter rasa yang kuat. Untuk menikmati versi terbaiknya, carilah penjual yang menyajikan Nasi Ampok bersama Sayur Lodeh Tewel (sayur nangka muda yang kaya akan serat) atau, yang paling terkenal, Sambal Tumpang (sambal khas Kediri/Blitar yang menggunakan bahan dasar tempe busuk yang difermentasi).
Sarapan ini tidak hanya membuat kenyang, tetapi juga menyediakan protein nabati (dari tahu/tempe yang disajikan bersama) serta prebiotik (dari pati resisten umbi), menjadikannya pilihan yang ideal untuk kesehatan usus lokal. Cari penjual rumahan di wilayah Pasar Pagi Wlingi (Blitar) atau sekitar Balai Kota Kediri pada hari Minggu, yang menjual produk ini secara pop-up dan menggunakan resep turun-temurun.
Menggabungkan perjalanan wisata kuliner ke Blitar/Kediri memberikan manfaat ganda, yaitu menjelajahi budaya dan mendapatkan nutrisi berkualitas. Dengan memilih sarapan yang berbasis umbi-umbian, Anda tidak hanya membantu para petani setempat, tetapi juga memastikan asupan serat dan karbohidrat kompleks yang akan menjaga konsentrasi pikiran Anda tetap terjaga sepanjang akhir pekan.
Jadikan berburu Getuk Lindri, Tiwul, dan Nasi Ampok sebagai kegiatan pagi Anda, sebuah perayaan terhadap keragaman kuliner Jawa Timur yang asli dan bergizi.
Mencari pengalaman kuliner lokal yang tersembunyi di Jawa Timur pada akhir pekan adalah cara terbaik untuk merasakan autentisitas budaya makanan setempat. Dengan mengatur rute Surabaya-Malang-Blitar yang menitikberatkan pada warung yang hanya buka pada hari Sabtu dan Minggu, Anda tidak hanya akan menikmati sarapan yang istimewa dan lezat (seperti Lontong Balap akhir pekan atau Tiwul asli), tetapi juga ikut serta dalam tradisi komunal yang hanya terjadi pada waktu-waktu tertentu.
Jadikan akhir pekan Anda menjadi pengalaman rasa yang memuaskan jiwa dan perut.***
Comments
Post a Comment