Skip to main content

Taman Harmoni Keputih Kini Tampil Bersih dan Menarik: Wisata Edukasi dan Kuliner Keluarga

Featured Image

Taman Harmoni: Dari Tempat Pembuangan Sampah Jadi Ruang Hijau yang Menarik

Taman Harmoni, yang kini menjadi salah satu destinasi favorit di Kota Surabaya, memiliki kisah menarik. Dulu, tempat ini merupakan area pembuangan sampah yang tidak terawat. Namun, melalui upaya pemerintah kota, taman tersebut kini berubah menjadi ruang hijau yang indah dan ramah lingkungan. Taman seluas 8 hektar ini kini menjadi tempat yang cocok untuk berlibur, belajar, dan bersantai.

Taman Harmoni terletak di Jalan Keputih Tegal Timur II No.249, Kecamatan Sukolilo. Pemkot Surabaya melakukan revitalisasi pada lokasi ini sejak Januari 2025. Pada Minggu pagi (3/8), Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meresmikan taman tersebut. Ia mengungkapkan rasa bahagia karena taman yang dulunya kumuh kini telah berubah total.

"Alhamdulillah Taman Harmoni diresmikan, saya merasa bahagia betul. Dulu taman ini adalah tempat pembuangan sampah (TPA), tapi hari ini sudah berubah total," ujar Wali Kota Eri setelah berkeliling taman tersebut.

Area Kuliner yang Menarik

Di sisi utara Taman Harmoni, terdapat pusat kuliner bernama “Pasar Ngisor Pring (Sorpring)”. Di sini, pengunjung dapat menikmati berbagai hidangan dari makanan tradisional hingga modern. Lokasi ini berada di bawah hutan bambu yang rindang, menciptakan suasana yang nyaman dan alami.

Eri menjelaskan bahwa pengunjung yang masuk ke taman ini dilarang membawa makanan dari luar. Jika ingin membeli makanan, pengunjung harus membeli voucher yang bisa digunakan untuk membeli makanan dari UMKM yang ada di Sorpring.

Tarif Masuk dan Konsep Voucher

Meski tarif masuk masih dalam pembahasan, rencananya akan berkisar antara Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu per orang. Jika diterapkan, konsepnya adalah pengunjung membeli voucher dan kemudian menukarkannya untuk membeli makanan atau menyewa tikar dari UMKM yang ada di sekitar taman.

Tema "Harmony of The World"

Taman Harmoni mengusung tema "Harmony of The World", yang menyatukan berbagai tempat ikonik di dunia dalam satu lokasi. Zona-zona yang tersedia mencerminkan budaya dan estetika dari berbagai belahan dunia, mulai dari Asia, Eropa, Australia, Amerika, hingga Antartika.

Berbagai Zona yang Menarik

Taman Harmoni memiliki beberapa zona yang menarik:

  • Zona Taman Bermain (Playground): Cocok untuk anak-anak usia 5 tahun ke atas maupun lebih muda. Di sini terdapat kandang kelinci dan ayam kate, sehingga anak dapat berinteraksi dengan hewan.

  • Zona Rekreasi dan Edukasi: Menyediakan area outbound lengkap dengan flying fox, ATV, dan area menunggang kuda poni. Ada juga Taman Lalu Lintas sebagai sarana edukasi bagi anak-anak tentang rambu dan aturan lalu lintas.

Pengalaman Pengunjung

Jeje Laurent, seorang warga Genteng, mengatakan bahwa Taman Harmoni pasca revitalisasi terlihat jauh lebih hidup. Ia menyebut banyak wahana dan ornamen indah yang membuat taman ini cocok sebagai tempat healing dari hiruk pikuk perkotaan.

"Sebelumnya kan ini ditutup sementara ya, terus dengar-dengar mau diresmikan, jadi ke sini. Dulu itu ya taman pada umumnya, sekarang Alhamdulillah lebih rapi, banyak permainan, jadi bawa anak kecil, aman," ujarnya.

Ia juga menyoroti dekorasi yang mencerminkan masing-masing zona, disertai papan kecil berisi deskripsi singkat. Menurutnya, ini terobosan yang unik.

"Jadi, di sini nggak cuma senang-senang saja, tetapi paket komplet lah. Spotnya instagramable, anak kecil friendly, dan bisa belajar dengan budaya eropa itu gimana, budaya korea itu gimana, menarik sih," tambahnya.

Comments

Popular posts from this blog

Mengenal Jamur Sawit: Makanan Bergizi dari Limbah yang Rendah Lemak

PORTAL NANDAI – Di tengah luasnya perkebunan kelapa sawit, terdapat sebuah kekayaan kuliner yang mungkin belum banyak diketahui: jamur sawit . Jamur ini menarik karena berkembang baik pada limbah tandan kosong kelapa sawit (tankos) yang mulai mengalami penguraian. Kehadirannya di media yang tidak biasa sering kali memunculkan pertanyaan, apakah jamur sawit bisa dimakan Ya, jamur ini tidak hanya aman untuk dimakan, tetapi juga sangat bernutrisi. Ciri-Ciri dan Lingkungan Tumbuh Jamur Sawit Secara fisik, jamur sawit menyerupai jamur merang. Bentuknya bulat agak memanjang dengan warna gelap berwarna hitam. Saat mencapai ukuran penuh, tutupnya akan mekar. Jamur ini tumbuh sangat subur selama musim hujan di daerah perkebunan kelapa sawit seperti Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Aman untuk dikonsumsi dan kaya akan nutrisi Berdasarkan berbagai sumber, jamur thailand yang dapat dimakan ini termasuk dalam golongan jamur yang tidak beracun dan aman untuk diproses. Kandungan nutrisinya s...

5 Resep Sederhana Olahan Ayam Goreng Sisa: Cegah Makanan Terbuang!

KonekFood - Terkadang ketika membeli makanan di luar, sedang memasak ayam atau menerima kiriman makanan dengan menu ayam goreng dari orang lain, tidak habis dimakan pada saat itu juga dan akhirnya menjadi sisa makanan. Sisa makanan ayam tersebut akhirnya disimpan di dalam kulkas dengan alasan agar dapat dikonsumsi kembali setelah dipanaskan. Menghangatkan kembali sisa makanan adalah cara yang efektif untuk mengurangi pemborosan makanan atau sampah dari sisa makanan yang masih layak dimakan, alih-alih dibuang begitu saja. Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada tahun 2024, persentase komposisi sampah terbesar di tingkat nasional adalah sisa makanan yang mencapai 41,60%. Namun, jika kamu merasa bosan dengan hidangan ayam goreng yang tersisa dari kemarin dan kamu panaskan kembali. Dan ingin berkreasi dengan sisa lauk ayam tersebut, kamu dapat memasaknya dengan cara yang berbeda untuk meningkatkan rasa dan selera makanan. Berikut cara memanfaatkan...

Teka-Teki Makanan dan Minuman MPLS 2025: Ultramilk, Minuman Pahlawan

Persiapan Hari Pertama Sekolah untuk Siswa Baru Tribuners, sebagai orang tua, saatnya mulai mempersiapkan diri sejak sekarang. Karena tidak lama lagi, hari pertama masuk sekolah akan tiba. Menurut kalender akademik yang berlaku di Jawa Barat tahun 2025/2026, hari pertama masuk sekolah atau masa ajaran baru akan jatuh pada hari Senin, 14 Juli 2024. Oleh karena itu, para orang tua perlu mempersiapkan diri untuk membantu anak-anak mereka dalam menghadapi hari pertama sekolah. Khususnya bagi siswa baru, mereka akan mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kegiatan ini biasanya disusun dengan menarik agar siswa baru semakin antusias dan siap menjalani proses belajar-mengajar. Di dalam MPLS, terdapat berbagai materi yang bervariasi, termasuk teka-teki makanan dan minuman yang harus ditebak oleh peserta didik. Berikut ini adalah beberapa contoh teka-teki makanan dan minuman yang bisa digunakan dalam MPLS, beserta kunci jawabannya: Berlumut = Kacang Ijo Batu manis ...